Goetze hengkang ke Allianz Arena setelah Bayernmembayar buy-out clause yang tertera di kontraknya seharga 37 juta euro pada Juni lalu. Meski kerap masih menganggap Goetze seperti pemain timnya, Klopp menilai hal tersebut bukan persoalan besar.
"Saat Mario dilanggar oleh Ramires (pemain Chelsea, di Piala Super Eropa), saya juga ikut tegang. Saat melihatnya berseragam Bayern Muenchen, saya masih merasa dia pemain saya," ujar Klopp dalam wawancara di acara televisi Doppelpass.
"Tapi perasaan itu akan hilang seiring waktu berjalan. Kami sudah tak lagi menganggap tiadanya Goetze sebagai kehilangan besar. Kami kini punya tujuan baru dan keadaan kami pun baik-baik saja," tambahnya.
Meski tanpa Goetze, Klopp menilai Dortmund merupakan tim yang tetap kuat. Namun demikian ia mengaku Die Borussen masih tetap berusaha keras karena kompetisi yang mereka jalani saat ini semakin berat.
"Tim kami memang kuat, tapi saya tak tahu apakah ini tim Dortmund terkuat sepanjang masa. Namun kami cukup tangguh untuk merepotkan tim seperti Bayern Muenchen. Bukan hanya saat kami mengalahkan mereka di DFL-Supercup, tapi pertandingan-pertandingan sebelumnya sudah menunjukkan hal demikian," ujar eks pelatih Mainz ini.
Karena itulah Klopp memastikan ia masih betah bertahan di Signal Iduna Park. Ketika ditanya kabar keinginan DFB yang memintanya melatih tim nasional Jerman, pelatih berusia 46 tahun itu pun mengatakan, "Saya takkan melanggar kontrak. Saya hanya mau melatih Jerman kalau kontrak saya dengan Dortmund selesai."







