Home » » Soal Pengaturan Skor, PSSI Tunggu Laporan Resmi PSMS

Soal Pengaturan Skor, PSSI Tunggu Laporan Resmi PSMS

Written By Unknown on Saturday, 15 June 2013 | 03:18



Ferril Dennys


Sebelas pemain PSMS Medan menunggu Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, di lapangan C, Senayan, Rabu (12/6/2013). Para pemain Ayam Kinantan tersebut ingin melaporkan klubnya yang telah menunggak gaji mereka selama sepuluh bulan. Selama di Jakarta, kondisi mereka memprihatinkan karena harus tidur di masjid dan ruangan terbuka untuk memperjuangkan nasibnya.



JAKARTA, KOMPAS.com - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) baru bisa menindaklanjuti kasus dugaan match fixing atau pengaturan hasil pertandingan di Divisi Utama (PT Liga Indonesia) setelah menerima laporan tertulis dari pemain PSMS Medan.


"Sepanjang ada bukti atau para pemain bisa membuat laporan tertulis, tentu federasi akan menindaklanjutinya," kata Sekretaris Jenderal PSSI Hadiyandra kepada Kompas.com, Sabtu (15/6/2013).


Hadiyandra mengatakan, dalam pertemuan antara PSSI dan sebelas pemain PSMS Medan di kantor PSSI, Jakarta, Jumat (14/6/2013), para pemain PSMS melaporkan tindakan manajamen klub yang tak membayar gaji mereka selama sepuluh bulan. Dalam kesempatan itu, pemain PSMS mengatakan, CEO PSMS Heru Purnomo pernah menginstruksikan pemain agar mengalah saat melawan Persisko Tanjabbar dan Persih Tembilahan dalam lanjutan Divisi Utama (PT Liga Indonesia) beberapa waktu lalu.


Menurut pengakuan pemain, Heru berjanji akan melunasi gaji pemain selama sepuluh bulan jika mematuhi perintahnya. Tawaran tersebut tak membuat pemain PSMS gelap mata. Mereka tetap bermain serius sehingga akhirnya berhasil mengalahkan kedua tim tersebut.


CEO Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) Valentino Simanjuntak, yang mendampingi pemain PSMS dalam pertemuan tersebut, meminta kasus ini diusut. Valentino mengatakan, kasus ini harus ditangani secara tegas karena Indonesia termasuk salah satu negara yang mengibarkan bendera perang terhadap pengaturan hasil pertandingan. "Jika benar, ini pukulan berat bagi kita semua dan bisa mencoreng wajah persepakbolaan Indonesia," katanya.



Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Follow Admin

Find on Facebook

Popular Posts