Ferril Dennys
Sebelas pemain PSMS Medan menunggu Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, di lapangan C, Senayan, Rabu (12/6/2013). Para pemain Ayam Kinantan tersebut ingin melaporkan klubnya yang telah menunggak gaji mereka selama sepuluh bulan. Selama di Jakarta, kondisi mereka memprihatinkan karena harus tidur di masjid dan ruangan terbuka untuk memperjuangkan nasibnya.
JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 12 pemain klub PSMS Medan mendatangi kantor PSSI di area Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta (17/6/2013). Sambil membawa spanduk berisi tuntutan mereka, para pemain ini melakukan aksi demonstrasi akibat gaji yang tak kunjung dibayar selama 10 bulan.
"Kami menunggu inisiatif pengurus PSSI, Kemenpora dan PT Liga yang bisa menekan manajemen PSMS," kata kiper Ardhana Siregar.
Menurut Ardhana, manajemen klub baru membayar 1 bulan gaji dari 10 bulan tunggakan. "Itu pun belum semua," kata Ardhana.
Meski saat ini pengurus PSSI tengah melakukan kongres di Surabaya, Ardhana menegaskan bahwa ia dan rekan-rekannya baru akan pulang ke Medan jika gaji mereka sudah dilunasi, dan ada perjanjian hitam di atas putih. Bila tidak mereka akan tetap tinggal di Senayan.
"Sejauh ini kami di Jakarta dibantu teman-teman di sini," pungkasnya.







