DORTMUND, KOMPAS.com - Menyusul Bayern Muenchen, kubu Borussia Dortmund pun akhirnya sampai ke Jerman sehari setelah pertandingan final Liga Champions di Stadion Wembley, London, Sabtu (25/5/2013). Skuad asuhan Juergen Klopp ini pun segera bertolak ke stadion kebanggaan mereka Signal Iduna Park, tempat sekitar 10.000 pendukung sudah menanti. Meski tak memboyong gelar Liga Champions, sambutan para suporter tak kurang meriah.
Sesampainya di Signal Iduna Park, skuad Dortmund yang datang mengenakan kemeja putih, berdasi, dengan jas, celana, dan sepatu hitam disambut sejumlah bocah kecil yang berbaris memberikan jalan bagi para pemain dan Klopp. Pelatih Dortmund ini yang melengkapi pakaiannya dengan sehelai mantel panjang pun tampak menyalami para bocah berseragam Dortmund itu, sementara pemandu pertandingan mengabsen nama-nama pilar Dortmund.
Skuad Die Schwarzegelben pun duduk di tengah lapangan di kursi kotak-kotak berwarna putih, menghadap langsung ke tribun penonton yang dipenuhi para suporter. Sementara di sekitar para pemain tampak bendera Dortmund dikibarkan, serta dua balon masing-masing berwarna kuning dan hitam yang merupakan warna khas Borussia Dortmund diterbangkan ke udara.
Sama sekali tak terlihat bahwa acara ini merupakan acara penyambutan tim yang justru baru saja menelan kekalahan di partai paling bergengsi se-Eropa. Mungkin, hanya wajah-wajah para punggawa Die Borussen yang menjadi pengingat akan kekalahan pahit tersebut.
Kevin Grosskreutz tampak mengusap matanya, sementara Marco Reus hanya duduk menatap sendu seolah menyesali kegagalannya menjebol gawang Neuer sehari sebelumnya. Bahkan kapten tim Sebastian Kehl tampak berusaha keras menguasai emosinya saat memberikan sambutan. "Terima kasih untuk penyambutan luar biasa ini," kata gelandang bertahan berusia 33 ini.
"Sayangnya kami kemarin gagal menang dan kami sangat kecewa. Namun pada akhirnya aku yakin bahwa tim ini luar biasa setelah musim di Champions League ini," kata mantan pemain tim nasional Jerman tersebut.
Selain Kehl, direktur Dortmund Hans-Joachim Watzke pun tak ingin ketinggalan menyampaikan rasa terima kasihnya pada para suporter. "Terima kasih, karena tanpa kalian kami tak bisa mencapai prestasi musim ini. Kami kecewa dengan kekalahan kemarin, tapi mentalitas penduduk kota ini dan mentalitas klub telah menunjukkan bahwa kita bisa bangkit setelah kekalahan. Terima kasih!" kata Watzke.
Acara penyambutan ditutup dengan parade para pemain Borussia Dortmund berjalan menuju tribun dan mengitarinya seraya bertepuk tangan tanda apresiasi kepada para suporter, sementara lagu You'll Never Walk Alone berkumandang. Bak dikomando para suporter Die Borussen segera berdiri dan mengibarkan syal klub kebanggaan mereka dan bernyanyi, seolah hendak menyampaikan pesan pada Kehl dan kawan-kawan, bahwa mereka tak akan pernah pergi dalam situasi apa pun.
Suporter Borussia Dortmund memang terkenal sebagai salah satu suporter paling fanatik dan paling 'ramai' di Bundesliga. Tiap pertandingan kandang Borussia Dortmund, tiket nyaris selalu sold-out, dengan Sued-Tribune sebagai pusat keramaian. Tak hanya ramai dan loyal, pendukung Die Borussen pun terkenal kompak dan kreatif.
Mereka kerap membuat aksi koreografi spektakuler, seperti saat leg 2 perempat final Liga Champions melawan Malaga, ketika mereka membuat display 3D membentuk wajah manusia yang mengenakan teropong. Juga, aksi Yellow Wall yang menembakkan konfeti kuning saat Dortmund menjamu Real Madrid di babak semifinal leg pertama.







