JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komite Wasit PSSI, Robertho Rouw, mengungkapkan, pihaknya telah menjatuhkan hukuman terhadap 17 perangkat pertandingan Indonesia Super League (ISL). Menurutnya, Komite Wasit PSSI menjatuhkan hukuman tersebut untuk meminimalisasi buruknya kualitas pertandingan di ISL.
Komite Wasit PSSI sendiri menerapkan sanksi tersebut dengan beberapa periode masa hukuman, yakni mulai dari empat minggu hingga satu musim kompetisi. Salah satu pemimpin pertandingan yang dihukum paling berat adalah wasit Aeng Suarlan.
"Wasit Aeng Suarlan diputuskan untuk off satu musim kompetisi. Tetapi, dia dipantau juga oleh Komite Wasit. Bisa saja dipotong masa hukumannya, tapi bisa juga tidak," ungkap Robertho di Jakarta, Selasa (23/4/2013).
Robertho memaparkan, selama paruh musim kompetisi ISL 2012-13, tercatat satu pengawas pertandingan yang dijatuhi hukuman off tugas selama 6 minggu, yakni Budi Winarso. Sedangkan untuk wasit, tercatat empat orang selain Aeng, di antaranya, Ahmad Suparman (4 minggu), Jerry Elly (6 minggu), Maslah Iksan (12 minggu), dan Moch Adung (4 minggu).
Sementara untuk asisten wasit, Komite Wasit mencatat 11 orang yang dihukum dengan sanksi mulai dari off tugas 4 hingga 6 minggu, di antaranya Alexander Dacosta (DIY), Budi Prihanarko (Jabar), Ficky Pengarepan (Sulut), Fuad Kohar (Jatim), Jhonie (Jatim), M Syamsuri (DKI Jakarta), M Yamin Saputra (Jabar), Moch Musyafak (Jatim), Puji Abadi (DKI Jakarta), Tri Wahyudi (DIY), dan Ujang Suryana (DKI).
"Kita akan update dan sampaikan ke publik nama-nama mereka yang dihukum. Biar semua tahu bahwa kami di PSSI bekerja keras untuk melindungi dan memastikan kualitas kompetisi berjalan dengan baik dan sesuai dengan apa yang kita canangkan," katanya.
Robertho menambahkan, PSSI saat ini tengah berusaha untuk memperbaiki kualitas kompetisi termasuk dengan menyeleksi perangkat pertandingan yang dinilai kualitasnya kurang baik. Meski begitu, ia berjanji tidak hanya perangkat pertandingan yang ditindak. Bagi para pemain dan ofisial tim yang berperilaku buruk juga dipastikan akan mendapatkan hukuman tegas dari Komite Disiplin PSSI.







